I'am a Little Dreamer in BIG World!

JAKARTA – Jumat, 8 Maret 2013 merupakan hari terakhir pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013. Pada hari ini, pendaftar di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mencapai angka 67 ribu siswa.

Pembantu Rektor I Unesa Kisyani menyebut, Unesa mendapatkan peminat sejumlah 67.939 siswa untuk pilihan pertama dan kedua. Jumlah tersebut melebihi target yang ditetapkan Unesa, yakni sekira 40-50 ribu pendaftar.

Pasalnya, berdasarkan data 5 Maret silam, jumlah pendaftar kampus asuhan Muchlas Samani itu baru mencapai separuhnya saja. Kisyani menambahkan, program studi (prodi) Pendidikan Guru SD (PGSD) menjadi jurusan favorit para pemilih. “Pendaftar banyak memilih PGSD, manajemen, dan akuntansi,” tutur Kisyani, seperti dilansir Unesa, Jumat (8/3/2013).

Dari jumlah total tersebut, 25.925 siswa memilih Unesa sebagai pilihan pertama, sementara 42.014 siswa menempatkan Unesa di pilihan kedua. Tercatat, 8.915 siswa merupakan pendaftar program Bidik Misi. Kisyani menambahkan, mayoritas pendaftar berasal dari provinsi Jawa Timur, dan ada satu pendaftar berasal dari luar negeri..

Setelah pendaftaran ditutup hari ini. Panitia SNMPTN 2013 akan mulai menyeleksi data siswa yang mendaftar melalui laman SNMPTN. Hasil seleksi akan diumumkan pada 28 Mei 2013.7GSOXUUnJI

http://www.okezone.com

Iklan

Kita sebagai orang tua seringkali mengikutkan anak kita berbagai macam les tambahan di luar sekolah seperti les matematika, les bahasa inggris, les fisika dan lain-lain. Saya yakin hal ini kita dilakukan untuk mendukung anak agar tidak tertinggal atau menjadi yang unggul di sekolah. Bahkan, terkadang ide awal mengikuti les tersebut tidak datang dari si anak, namun datang dari kita sebagai orang tua. Benar tidak?

Memang, saat ini kita menganggap tidak cukup jika anak kita hanya belajar di sekolah saja, sehingga kita mengikutkan anak kita bermacam-macam les. Kita ingin anak kita pintar berhitung, kita ingin anak kita mahir berbahasa inggris, kita juga ingin anak kita jago fisika dan lain sebagainya. Dengan begitu, anak memiliki kemampuan kognitif yang baik.

Ini tiada lain karena, pendidikan yang diterapkan di sekolah-sekolah juga menuntut untuk memaksimalkan kecakapan dan kemampuan kognisi. Dengan pemahaman seperti itu, sebenarnya ada hal lain dari anak yang tak kalah penting yang tanpa kita sadari telah terabaikan. Apa itu? Yaitu memberikan pendidikan karakter pada anak didik. Saya mengatakan hal ini bukan berarti pendidikan kognitif tidak penting, bukan seperti itu!

Maksud saya, pendidikan karakter penting artinya sebagai penyeimbang kecakapan kognitif. Beberapa kenyataan yang sering kita jumpai bersama, seorang pengusaha kaya raya justru tidak dermawan, seorang politikus malah tidak peduli pada tetangganya yang kelaparan, atau seorang guru justru tidak prihatin melihat anak-anak jalanan yang tidak mendapatkan kesempatan belajar di sekolah. Itu adalah bukti tidak adanya keseimbangan antara pendidikan kognitif dan pendidikan karakter.

Ada sebuah kata bijak mengatakan, ilmu tanpa agama buta, dan agama tanpa ilmu adalah lumpuh. Sama juga artinya bahwa pendidikan kognitif tanpa pendidikan karakter adalah buta. Hasilnya, karena buta tidak bisa berjalan, berjalan pun dengan asal nabrak. Kalaupun berjalan dengan menggunakan tongkat tetap akan berjalan dengan lambat. Sebaliknya, pengetahuan karakter tanpa pengetahuan kognitif, maka akan lumpuh sehingga mudah disetir, dimanfaatkan dan dikendalikan orang lain. Untuk itu, penting artinya untuk tidak mengabaikan pendidikan karakter anak didik. Lalu apa sih pendidikan karaker itu?

Jadi, Pendidikan karakter adalah pendidikan yang menekankan pada pembentukan nilainilai karakter pada anak didik. Saya mengutip empat ciri dasar pendidikan karakter yang dirumuskan oleh seorang pencetus pendidikan karakter dari Jerman yang bernama FW Foerster. Pertama, pendidikan karakter menekankan setiap tindakan berpedoman terhadap nilai normatif. Anak didik menghormati norma-norma yang ada dan berpedoman pada norma tersebut. Kedua, adanya koherensi atau membangun rasa percaya diri dan keberanian, dengan begitu anak didik akan menjadi pribadi yang teguh pendirian dan tidak mudah terombang-ambing dan tidak takut resiko setiap kali menghadapi situasi baru. Ketiga, adanya otonomi, yaitu anak didik menghayati dan mengamalkan aturan dari luar sampai menjadi nilainilai bagi pribadinya. Dengan begitu, anak didik mampu mengambil keputusan mandiri tanpa dipengaruhi oleh desakan dari pihak luar. Keempat, keteguhan dan kesetiaan. Keteguhan adalah daya tahan anak didik dalam mewujudkan apa yang dipandang baik. Dan kesetiaan marupakan dasar penghormatan atas komitmen yang dipilih.

Pendidikan karakter penting bagi pendidikan di Indonesia. Pendidikan karakter akan menjadi basic atau dasar dalam pembentukan karakter berkualitas bangsa, yang tidak mengabaikan nilainilai sosial seperti toleransi, kebersamaan, kegotongroyongan, saling membantu dan mengormati dan sebagainya. Pendidikan karakter akan melahirkan pribadi unggul yang tidak hanya memiliki kemampuan kognitif saja namun memiliki karakter yang mampu mewujudkan kesuksesan.

Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat, ternyata kesuksesan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh pengetahuan dan kemampuan teknis dan kognisinyan (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 persen hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. Dan, kecakapan soft skill ini terbentuk melalui pelaksanaan pendidikan karater pada anak didik.

Berpijak pada empat ciri dasar pendidikan karakter di atas, kita bisa menerapkannya dalam pola pendidikan yang diberikan pada anak didik. Misalanya, memberikan pemahaman sampai mendiskusikan tentang hal yang baik dan buruk, memberikan kesempatan dan peluang untuk mengembangkan dan mengeksplorasi potensi dirinya serta memberikan apresiasi atas potensi yang dimilikinya, menghormati keputusan dan mensupport anak dalam mengambil keputusan terhadap dirinya, menanamkan pada anak didik akan arti keajekan dan bertanggungjawab dan berkomitmen atas pilihannya. Kalau menurut saya, sebenarnya yang terpenting bukan pilihannnya, namun kemampuan memilih kita dan pertanggungjawaban kita terhadap pilihan kita tersebut, yakni dengan cara berkomitmen pada pilihan tersebut.

Pendidikan karakter hendaknya dirumuskan dalam kurikulum, diterapkan metode pendidikan, dan dipraktekkan dalam pembelajaran. Selain itu, di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar juga sebaiknya diterapkan pola pendidikan karakter. Dengan begitu, generasi-generasi Indonesia nan unggul akan dilahirkan dari sistem pendidikan karakter.

Salam

Timothy Wibowo

post-15

sumber: http://www.pendidikankarakter.com

Pengamat politik dari Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusup mengatakan, kinerja parpol yang tidak maksimal dilihat dari daftar calon legislatif sementara (DCS) yang diramaikan artis dan muka lama.

“Angka golput akan luar biasa, jika parpol tidak sungguh-sungguh bekerja untuk rakyat. Golput bisa dipastikan menang jika kinerja parpol kita seperti ini, karena rakyat banyak yang kecewa,” kata Asep, kepada INILAH.COM, Jakarta, Selasa (30/4/2013).

Dia menjelaskan, proses pengkaderan yang seharusnya dilakukan parpol tidak berjalan sebagaimana yang diamanatkan undang-undang. “Program-program parpol tidak berjalan sebagaimana mestinya, sehingga demokrasi kita akan gagal,” tegasnya.

“Coba cermati telusuri, apakah mereka koruptor, pengguna narkoba. Coba lihat program-programnya jelas atau tidak. Lalu coba lihat bagaimana visi misi mereka dalam meraih suara,” ujar Asep. 1984117

sumber: http://www.inilah.com

Presenter dan komedian Olga Syahputra mengaku senang mendengar kabar penangguhan penahanan Raffi Ahmad. Namun ia merasa ada yang beda, karena sudah lama tak bertemu.

Saat ditanya apakah dirinya merasa kangen dengan Raffi, pengisi acara komedi ‘Pesbukers’ itu menjawab rasa kangennya kepada Raffi selalu ada.

“Rasa kangen itu pasti ada. Karena sudah lama enggak ketemu. Sejak dia keluar, beda ya, hati saya agak sedikit gimana gitu,” ceplos Olga di studio RCTI, Rabu (1/5/2013).

Mengenai kuasa hukum Raffi yang kini tak lagi membela mantan kekasih Yuni Shara tersebut, Olga juga mempertanyakannya. Menurutnya kerja tim kuasa hukum Raffi cukup baik, sehingga ia bingung kenapa tak dipakai lagi.

“Kenapa ya, saya enggak tahu. Dia kan bagus memperjuangkan Raffi,” tuturnya.

Sebelumnya, Olga Syahputra juga menyatakan sudah berbicara dengan manager Raffi Ahmad untuk urusan pekerjaan. Manager Raffi meminta Olga membantu agar Raffi bisa kembali tampil di acara yang dipandunya.

“Managernya (Raffi) cerita ke saya. Pokoknya bantuin Raffi supaya bisa tampil lagi di acara saya. Pastilah saya berharap bisa tampil bareng lagi,” beber Olga.raffi

sumber: http://www.tribunnews.com

Jakarta (ANTARA News) – Anggota Komisi III DPR, Khatibul Wiranu, meminta bekas Menteri Hukum dan HAM, Yusril Mahendra, agar sebatas memberi nasehat dan menyarankan agar terpidana Susno Duadji menyerahkan diri kepada Kejaksaan Agung.

“Pak Yusril tak perlu membela. Seharusnya berikan nasehat kepada Susno sesuai kelaziman publik, orang yang salah wajib jalani hukum, jangan bela secara membabi-buta,” kata Wiranu, di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin.
Yusril Mahendra, bekas menteri hukum dan HAM yang juga membuka kantor hukum serta pemimpin puncak Partai Bulan Bintang, muncul pada eksekusi Duadji oleh Tim Gabungan Kejaksaan, di Bandung, tempo hari. Bukan cuma dia yang datang, karena banyak anggota satuan tugas Partai Bulan Bintang juga datang “mengamankan” eksekusi itu.
Duadji akhirnya tidak bisa (lagi-lagi) dijebloskan ke penjara karena perlindungan aktif yang diberi Kepolisian Daerah Jawa Barat. Di ujung drama hukum berlakon pembebasan Duadji itu, Mahendra menyatakan, putusan hukum atas Duadji catat hukum dan tidak ada apapun yang harus dieksekusi secara hukum.
Atas aksinya itu, profesor hukum tata negara dari Universitas Indonesia ini dinilai mencari pembenaran agar Duadji tidak menjalankan vonis.
“Apa itu baik bagi seorang yang mengerti hukum?. Yang kita lihat adalah legal formal. Kalau keputusan pengadilan sudah menyatakan sah, Yusril jangan pakai hukum jalanan, pakailah hukum di pengadilan, vonis harus ditaati semua warga negara,” kata dia.
Ia juga menyarankan Duadji menjalani dan menyerahkan diri kepada kejaksaan. “Mantan penegak hukum harus memberi contoh soal hukum. Sebaiknya dia menyerahkan diri kepada kejaksaan,” sarannya.

20130424gagal-eksekusi-susno2

Awan Tag